Tentang
Hai-hai nama saya Alsasian Atmopawiro. Saya lahir di Strasbourg, sebuah daerah di perancis yang sayapun lupa bagaimana bentuknya karena hanya beberapa tahun menjadi bayi disana. Pada tanggal 15 Juni 1987, saya baru bisa mencium udara bumi ini. Ketika itu pula saya secara resmi memiliki satu orang Ibu dan satu orang Ayah. Kedua kakak sayapun akhirnya mengakui kalau saya adalah adik mereka. Ketika lahir saya gendut dan putih, tidak seperti saat ini.
Pada tahun 1990 saya datang ke tanah air (tercinta)–cimahi. Dengan berbekal bahasa perancis tingkat balita, saya mengikuti playgroup yang ada di dekat rumah saya, TK Pamekar Budi. Di sinilah saya belajar bahasa indonesia dan aritmatika secara terbata-bata namun meyakinkan. Dan secara meyakinkan pula saya melupakan bahasa perancis tingkat balita saya.
Beberapa tahun kemudian saya masuk Sekolah Dasar yang ada di jalan merdeka. Sekolah itu bernama SD Banjarsari III. Di sini saya mulai mengetahui apa itu arti Pramuka sebenarnya–peluit dan tepukan tangan. Di sini pula saya meraih kejeniusan saya.
Tanpa merasa bersalah karena tidak mengetahui mana yang lebih tinggi tingkatannya antara pembina dan penggalang, Saya masuk ke SMP (bisa disebut) terbaik di Bandung, SMP 5 Bandung. Disini saya dapat membedakan kalau wanita itu cantik dan pria itu tampan. Sebuah pepatah saya dapatkan di SMP ini, “belajar pangkal pandai”.
Berbekal belum pernah rangking satu di kelas, saya mencoba peruntungan dengan memasuki SMA (disebut) terbaik se-Indonesia (kayaknya sih) yaitu SMAN 3 Bandung. Di sini sayapun mengerti kolerasi antara cinta dan reaksi kimia itu tidak terpisahkan. Penerimaan yang pernah saya dapat disini adalah juara satu orang terjutek di 2-4, cukup mengaggumkan bukan? Tidak puas dengan nilai 10 matematika di EBTANAS dan UAN SMP, nilai sempurna juga dicetak ketika UAN SMA. Sayang seribu sayang, nasi sudah menjadi bubur, kayu sudah menjadi arang, dan burung sudah bernyanyi, prestasi ini tidak bisa membawa saya lolos olimpiade komputer tingkat manapun. Berbekal kekecewaan ini, Saya berusaha dengan keras dan penuh angan-angan mendaftar jurusan Informatika ITB. Dan pada akhirnya?
Here i am. Dengan IP yang dapat dikatakan cukup baik, saya berhasil bertahan di sini. Dengan bantuan dari orang yang saya sayangi, sekarang, saya mencoba untuk lulus tepat waktu. Ahaha.



hmm…
kurang deskriptif tuh..
@vinta:
udah tuh,, masih kurang sih.
Alo Sa… Wess, diisi juga blognya.. Yang komen pertama Vinta pula, hihi…
@reiSHA: alo-alo, iya, harusnyakan saya duluan. hehe. iya nih, gara-gara ga ada kerjaan ampe nge-blogging, tapi blog saya ga akan serame blog anda yang menarik itu. hoho.
cailah, ka alsa.
“Nilai sempurna UAN SMA”
ehem..
“… atau bahkan sesuatu yang tidak dapat dijangkau nalar manusia!…”
nampak seru, saya nantikan postingan jenis ini ya!
*sayangnya saya manusia…*