Requirement Negotiation

Pendahuluan

Negosiasi merupakan hal yang terjadi dalam suatu rekayasa kebutuhan. Negosiasi ini dapat terjadi karena adanya konflik kepentingan di antara stakeholder dan juga pengembang yang terikat. Negosiasi ini bertujuan untuk mengurangi dan menghilangkan konflik yang terjadi dengan berbagai macam cara. Terdapat beberapa teknik yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan akhir yaitu terdapat spesifikasi akhir yang disetujui oleh seluruh stakeholder yang terlibat. Terdapat dua pendekatan yaitu dari sudut komunikasi yang terjadi dan proses yang terjadi dalam requirement engineering.

Ringkasan Artikel

Ringkasan artikel ini terbagi menjadi dua yaitu artikel Negotiation in the Requirements Elicitation and Analysis Process dan Specification and Analysis of Requirement Negotiation Strategy in Software Ecosystems. Artikel-artikel ini menjelaskan mengenai teknik-teknik yang dapat dimanfaatkan dalam melakukan negosiasi requirement. Pada artikel pertama, teknik yang dapat dimanfaatkan adalah Requirement Communication Networks sedangkan pada artikel kedua, teknik yang dapat dimanfaatkan adalah Requirement Negotiation Spiral Model. Persamaan dari teknik-teknik tersebut adalah menjadikan proses negosiasi lebih mudah dalam hal penanganan konflik yang terjadi menggunakan klaim-klaim yang disebutkan. Sedangkan perbedaannya terdapat pada sudut pandanga penyelesaian dimana teknik pertama menyelesaikan dari sudut pandang komunikasi sedangkan teknik kedua menyelesaikan dari sudut pandang proses yang terjadi dalam negosiasi. Berikut ini ringkasan artikel masing-masing teknik.

Teknik Requirement Communication Networks

clip_image002

Gambar 1 Struktur Stakeholder

Komunikasi dalam requirement merupakan hal yang sangat menantang, khususnya ketika sekumpulan orang dan organisasi perlu untuk saling berkolaborasi pada lokasi yang berjauhan. Dalam komunikasi ini tentu saja dibutuhkan suatu teknik yang dapat memfasilitasi semua stakeholder untuk mencapai kesepahaman dari kebutuhan dan solusi yang ditawarkan. Teknik ini harus menangani kurangnya pendekatan dalam memodelkan jaringan stakeholder. Salah satu teknik untuk menangani hal tersebut adalah Requirement Communication Networks.

Requirement Communication Networks (RCN) menyediakan kemampuan untuk analisis dan desain kebutuhan komunikasi antara stakeholder. Pendekatan ini menyediakan bahasa pemodelan untuk menspesifikasikan kebutuhan komunikasi dan rangka untuk mengevaluasi strategi komunikasi serta memilik taktik dan metodologi.

Struktur RCN menggambarkan stakeholder dan jalur komunikasi kebutuhan. Struktur ini merupakan lingkungan perangkat lunak yang terdiri dari aktor, kelompok aktor, dan jalur negosiasi antara kelompok tersebut. Pendekatan diambil menggunakan perspektif negosiasi dalam komunikasi kebutuhan dengan mengasumsikan bahwa jejak persyaratan sesuai dengan kesepakatan antara stakeholder, masing-masing kelompok stakeholder, yang didokumentasikan dalam bentuk spesifikasi. Untuk suatu struktur stakeholder yang terdapat pada gambar 1 dapat memperlihatkan berkas komunikasi kebutuhan yang terjadi.

clip_image004

Gambar 2 Jaringan Komunikasi Kebutuhan Syntax Model

RCN memiliki beberapa syntax. Stakeholder dalam syntax ini terbagi menjadi dua yaitu single party dan multi party. Syntax ini menjelaskan jumlah aspirasi yang terlibat dalam suatu party. Stakeholder dalam multi party juga terbagi menjadi tiga yaitu homogenous, collaborating dan differented. Anggota homogenous multi party memiliki aspirasi yang sama namun tetap memiliki suara masing-masing sehingga tidak terhubung satu dengan yang lain. Anggota collaborating multi party memiliki aspirasi yang berbeda namun mencari persetujuan sehingga terhubung satu dengan yang lain. Anggota differenciate multi party memiliki aspirasi yang berbeda namun bersaing dengan yang lain. Hubungan kebutuhan ini terkomunikasikan melalui suatu jalur. Setiap hubungan tersebut merepresentasikan persetujuan antara party dalam negosiasi kebutuhan. Syntax RCN ini terlihat pada gambar 2.

Dalam menggunakan RCN tersebut terdapat saran dalam menjalankan komunikasi kebutuhan tersebut yang terbagi menjadi tiga bagian yaitu:

- Method Selection

- Tactic Selection

- Strategy Evaluation

RCN memiliki karakteristik menyerupai jaringan mesh. Jaringan mesh digunakan untuk melewatkan informasi dan terdiri dari node dan channel komunikasi. Jaringan mesh ini dapat terbentuk dengan ditentukan atau membentuk sendiri secara dinamis. Properti dari jaringan mesh dapat dilihat pada gambar 3.

clip_image006

Gambar 3 Property Jaringan Mesh

Peningkatan proses dalam RCN menggunakan siklus Plan-Do-Check-Act dengan diagnosis iteratif, desain komunikasi, validasi dan fase roll-out.

Teknik Requirement Negotiation Spiral Model

Dalam suatu requirement elicitaion dan analysis adalah bagian dari requirement engineering yang berfokus kepada domain aplikasi, layanan yang harus disediakan, kebutuhan performansi dan konstrain hardware. Hal tersebut tidak dapat terlepas dari requirement negotiation. Terdapat beberapa metodologi dalam melakukan proses negosiasi diantaranya WinWin dan spiral model.

clip_image008

Gambar 4 Model Spiral Negosiasi

Dalam spiral model ini sangat berkaitan dengan prioritas dan negosiasi. Sebelum sebuah spesifikasi kebutuhan dapat dinegosiasi, terlebih dahulu harus dilakukan prioritas terhadap kebutuhan tersebut.

Proses prioritas bertanggung jawab untuk mengidentifikasi kebutuhan yang paling berharga dan mengurutkannya. Sebagian besar proyek perangkat lunak memiliki banyak calon kebutuhan dibandingkan yang dapat diimplementasi pada batasan waktu dan biaya. Untuk memperoleh kebutuhan yang paling diinginkan, kemampuan sangat penting. Kunci untuk membuat keputusan yang benar adalah membuat prioritas berbagai alternatif. Prioritas ini digunakan dalam negosiasi. Negosiasi merupakan proses menyelesaikan konflik dengan eksplorasi kemungkinan yang dapat terjadi dengan cara menentukan solusi yang dapat memuaskan pihak-pihak yang terlibat.

Proses negosiasi yang diusulkan didasarkan pada model spiral untuk mengakomodasi rekayasa kebutuhan dinamis. Setiap siklus menyelesaikan konflik yang ada dan mencapai resolusi yang lebih baik. Terdapat lima proses dalam proses negosiasi tersebut yang tergambar pada gambar 4, yaitu:

- Identifikasi Conflicts

- Develop Alternatives Solutions

- Elaborate Solutions

- Judgement and Trade-off

Selain model spiral tersebut, terdapat tiga elemen yang harus diperhatikan selama proses negosiasi yaitu:

- Environment. Lingkungan memiliki peranan penting dalam memahami konteks yang berbeda dalam negosiasi.

- Judgement Criteria. Kriteria ini disebutkan beberapa kali ketika menjelaskan flow aktivitas dalam suatu proses negosiasi.

- Resolution Strategy. Strategi resolusi ini berdasarkan mode yang sudah dikenal dari conflict behaviour yang dipropose oleh Thomas.

Analisis Individu

Terdapat beberapa kelebihan dari teknik-teknik yang sudah dijelaskan diatas. RCN merupakan suatu teknik yang melihat suatu proses negosiasi dengan melihat kekuatan stakeholder yang terlibat dan informasi yang berkaitan diantaranya. RCN melihat negosiasi dari sudut pandang komunikasi yang terjadi diantara stakeholder atau kelompok stakeholder.

Spiral model memiliki keuntungan yaitu terjadi pengulangan proses dalam melakukan negosiasi. Sehingga jika terdapat hal yang terlewat atau masih ada negosiasi yang menjadi perhatian dapat dilakukan pengulangan negosiasi kembali. Dengan adanya iterasi ini, terdapat penyebaran pengetahuan bagi untuk stakeholder dan pengembang karena dilakukan secara bertahap. Hasil akhir ini juga merupakan hasil yang terbaik yang dapat diperoleh.

Kesimpulan

Dalam suatu proses pengembangan kebutuhan konflik merupakan hal yang pasti terjadi sehingga harus dilakukan penanganan khusus untuk menanganinya. Teknik-teknik yang ada bertujuan agar konflik yang terjadi dapat terselesaikan dan setiap stakeholder dapat memahami bersama keputusan yang diambil dari alternatif solusi yang ada. Dengan RCN, dapat dilihat komunikasi yang terjadi diantara stakeholder dan urgensitasnya sehingga dapat dicari strategi untuk menyelesaikan suatu konflik. Sedangkan pada model spiral, terdapat beberapa iterasi negosiasi yang dapat menyelesaikan suatu konflik secara bertahap semakin membaik. Pada model spiral ini pada setiap siklus dapat menyelesaikan konflik lebih banyak dan memperbaiki hasil negosiasi sebelumnya.

Daftar Pustaka

[1] Ahmad, S. (2008). Negotiation in Requirements Elicitation and Analysis Process. 19th Australian Conference on Software Engineering (pp. 683-689). Crawley: IEEE.

Fricker, S. (2009). Specification and Analysis of Requirements Negotiation Strategy in Software Ecosystems. Proceedings of the First International Workshp in Software Ecosystem 2009 (pp. 19-33). Zurich: CEUR-WS.

Advertisement

About alsasian
Students in bandung institute of technology.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.